jaganews.com|kumpulan informasi kegiatan, gaya hidup, hobi dan profil dari praktisi hukum di Indonesia |

DIDUGA, DEBT KOLEKTOR COBA MAIN PAKSA TARIK MOTOR KONSUMEN

  • 87 views
  • 0 comments

 Diduga, Oknum Debt Colector Coba Main Paksa Tarik Motor Konsumen

 
 
JAGANEWS.COM_ACEH Sejumlah oknum petugas debt colector perusahaan pembiayaan PT FIF Multi Finance, diduga mencoba upaya penarikan paksa atas 2 unit motor konsumen yang menunggak pembayaran selama 2 bulan, milik (RH) dan (CFN) di Gampong Neusu Aceh, Kecamatan Baiturahman, Banda Aceh, pada Selasa 29 Agustus 2017, sekira pukul 15.30 WIB.
 
Mulanya, peristiwa itu terjadi saat 4 orang oknum debt colector perusahaan tersebut mendatangi rumah CFN, bermaksud menanyakan perihal tunggakan motor tersebut. 
 
Setiba di depan pintu dan usai mengucapkan salam, tiba - tiba salah seorang oknum debt colector tersebut (FZ) langsung memasuki rumah CFN yang diikuti tiga temannya, meskipun mereka belum dipersilahkan masuk.
 
Kedatangan para petugas penagih tersebut disambut RH, yang kebetulan sedang berada ditempat. Namun, saat masuk ke dalam rumah, FZ dengan telunjuknya ke arah RH, secara tidak menyenangkan memerintahkan RH duduk (di kursi ruang tamu)." Dia dan kawan -kawannya masuk tanpa izin, kemudian malah orang di dalam rumah yang dia perintahkan duduk dengan cara kasar," ujar RH kepada awak media.
 
Tak lama setelah RH diperintahkan duduk, FZ pun menanyakan keberadaan CFN yang tak lama keluar menuju ruang tamu, FZ juga secara kasar memerintahkan CFN untuk duduk dengan cara yang sama.Kemudian, FZ menanyakan kepada RH dan CFN soal tunggakan dan rencana pembayarannya. Namun sikap FZ memancing kekesalan CFN yang akhirnya menimbulkan pertengkaran kecil saat itu.
 
" Sopan sedikit bang, ini rumah saya," kata CFN kepada oknum debt colector FZ tersebut, sedangkan tiga rekan FZ lainnya hanya menyaksikan perselisihan tersebut.Akibat tidak menerima penjelasan RH dan CFN, soal rencana pembayaran tunggakan tersebut, FZ pun langsung berdiri dan menanyakan dimana posisi kendaraan tersebut.
 
Saat itu FZ mengatakan kedua kendaraan tersebut harus dititipkan di kantor FIF, hingga tunggakan diselesaikan kedua konsumen tersebut." Dia langsung berdiri, dan nanya dimana motornya, saya bilang berarti main paksa ya, ini kan bisa disebut perampasan. Lalu dia jawab, silahkan mau laporkan kemana, sambil keluar" sebut RH menirukan FZ.
 
Saat itu, tiga rekan FZ masih berada di dalam rumah dan tidak melakukan apapun. Sedangkan FZ yang sudah berada diluar, langsung menuju ke arah sebuah mobil pick - up berplat nomor BL 8156 JA yang mereka bawa, dan FZ langsung memasukkan mobil tersebut ke perkarangan rumah CFN.Selanjutnya FZ membuka bak mobil pick up itu, yang diduga hendak mengangkut kedua motor milik dua konsumen FIF tersebut." Dia sendirian secara arogan mau main angkat saja," ucap RH.
 
Namun, hampir berlangsung kurang lebih 1 jam, FZ dan kawan - kawannya tidak juga mengangkat motor tersebut. Dirinya terlihat menelpon beberapa rekan lainnya tanpa diketahui maksud dan tujuannya. Hingga akhirnya ada sekitar delapan orang terdiri dari FZ dan rekan - rekannya di lokasi tersebut.
 
Saat itu, sebagian rekan FZ berdiri diluar pagar, sedangkan FZ dan 2 rekan lainnya masih terlibat perdebatan dengan RH di dalam perkarangan rumah tersebut." Kenapa nggak diangkat, tadi koq arogan kali," tanya RH yang merupakan seorang jurnalis sambil merekam semua kejadian tersebut.
 
Tak lama, RH pun menelpon rekannya dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) M Zubir SH, dan bermaksud agar Zubir menjelaskan aturan hukum terkait penarikan kendaraan tersebut." Dia debat dengan Zubir soal hukum, tapi motornya tidak jadi mereka angkat ke mobil pick yang bak nya sudah disiapkan terbuka," ketus RH.
 
Menurut FZ, Orang yang belakangan dia telpon dan datang ke lokasi itu (AN) atasannya yang mengaku sebagai supervisor. FZ sendiri juga mengaku dirinya sebagai salah seorang supervisor." Dia belum angkat motornya, katanya nunggu atasannya itu (AN), tapi setelah bapak itu datang, mereka juga belum mengangkatnya, sampai orang kampung pada keluar menyaksikan kejadian itu," kata RH.
 
" Jadi kapan bapak bisa bayar, kami tunggu kabarnya besok," ujar AN yang sebelumnya sempat meminta kunci motor kepada RH, namun permintaan tersebut ditolak RH.
Setelah itu, para debt colector itu pun pergi meninggalkan lokasi tanpa jadi mengambil sepeda motor setelah di jelaskan mekanisme hukum oleh Zubir.(viky) 
Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Jaganews, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2017 Jaganews All right reserved