jaganews.com|kumpulan informasi kegiatan, gaya hidup, hobi dan profil dari praktisi hukum di Indonesia |

IPNU-IPPNU hadir di Indonesia untuk membentengi para remaja dari pemahaman ekstrem.

  • 147 views
  • 0 comments

 IPNU-IPPNU Organisasi Pelajar Anti Narkotika, Radikalisme dan Terorisme

 
Oleh : M Hadiyansah
 
Maraknya kasus-kasus radikalisasi di Indonesia yang semakin hari semakin berkembang dan terarah membuat para pelajar seakan "Kehilangan harapan" untuk mengubah masa depan Bangsa Indonesia. Mengingat disekeliling kita saat ini sudah banyak korban doktrinan para penganut faham radikal intoleransi yang begitu ekstrem. Mereka terdoktrin kuat dan kemungkinan kecil mau kembali kepada jati dirinya sebagai "Manusia yang memanusiakan manusia". Dan kalau kita amati kembali, sebagian besar korban doktrin faham radikalis adalah para pemuda, remaja dan para pelajar ataupun mahasiswa yang cerdas dalam bidang ilmu pengetahuan (Ilmu formal) dan rendah dalam hal Ilmu KeAgamaan.
 
Hal tersebut sangat berbahaya tentunya untuk masa depan para pelajar itu sendiri. Radikalisasi saat ini sudah mampu menonjolkan dirinya dan bergerak dengan sigap. Untuk melawannya terkadang kita harus berfikir dua kali sebelum akhirnya bertindak. Untuk para remaja labil, kemungkinan besar mereka lebih menyukai hal-hal yang tidak mainstream seperti berjihad dengan cara jahat, yakni menganut faham radikalisme yang sangat ekstrem dan melemparkan bau provokasi, Hoax, Sara, Fitnah, pembunuhan, pembantaian, Bom dan lain sebagainya. Tanpa sadar mereka telah menista kesucian "Islam" yang "Rahmatan lil Alamin" Pemberi Rahmat Seluruh Alam.
 
Oleh sebab itulah, Organisasi-Organisasi "Ramah" sangat diperlukan oleh mereka. Supaya kedepannya mampu membentengi mereka dari faham ideologi Radikalisme dan tindak terorisme yang mana keduanya hanya bisa menghancurkan masa depan para pelajar Nusantara. Wadah atau Organisasi ramah yang dikelola oleh tiap-tiap lembaga pendidikan diluar jam sekolah, perangkat desa, karang taruna dan lain sebagainya sangat diperlukan para pelajar di era ini. Pelajar juga dihimbau untuk selalu berbaur dan bersosialisasi dengan masyarakat secara baik. Sebab lingkungan masyarakatlah salah-satu faktor yang akan mencetak bagaimana karakter para pelajar tersebut.
 
IPNU-IPPNU hadir di Indonesia salah satu tujuannya yakni juga untuk membentengi para remaja, pelajar dan para santri dari pemahaman ekstrem diluar Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyyah. Menangkal yang radikal dan menumpas habis bibit pemahaman ala teroris di kalangan remaja, pelajar dan para santri.
 
 Salah satu cara yang bisa di terapkan di Organisasi-Organisasi keterpelajaran adalah sosialisasi, bimbingan dan pendalaman dan suatu praktek real mengenai wawasan Ke-Islaman/ Ke-Agamaan, Ke-Organisasian, dan Ke-Bangsaan meliputi Plularisme, Toleransi, Nasionalisme dan juga Patriotisme. Ketiga wawasan tersebut berkaitan erat dengan apa yang sedang kita butuhkan saat ini. 
 
Indonesia tengah dilanda krisis "Moral dan Akal Sehat". Contohnya, banyak terjadi di tiap-tiap daerah di Indonesia. Ya, walaupun tidak semua daerah terjadi kasus serupa. Namun hal ini bisa timbul karna adanya kesalahfahaman dan juga ke-krisisan para masyarakat akan "Logika, Nalar, kemanusiaan dan Akal sehat". Misalnya saja cockologi suatu sejarah atau suatu peristiwa yang belum tentu benar adanya, Konflik antar suatu etnis karma berbeda pendapat politik  atau bahkan karna beda Ke-Agamaan dan ritual per-Ibadahan. Hal ini tidak cocok diterapkan di Indonesia. Sebab Negara Indonesia merupakan negara yang "Majemuk", Negara Keatuan. Yang mana di Negri ini banyak terdapat perbedaan meliputi Adat istiadat, Etnis, Ras, Suku, Bahasa, dan bahkan Kepercayaan ataupun Agama dan semua itu resmi dilindungi Undang-Undang.
 
Dengan adanya segala perbedaan itu bukan berarti kita harus mencela, membeda-bedakan, mengunggul-unggulkan satu dengan yang lain. Hal itu tidak diperkenankan, karna hanya menimbulkan suatu kontroversi dan perpecahan. Oleh sebab itulah IPNU IPPNU di dirikan di Indonesia. Yakni salahsatunya bertujuan juga untuk membangun kembali rasa solidaritas, empati dan rasa kemanusiaan yang erat kepada para pelajar untuk menghadapi segala persoalan Bangsa Indonesia. Supaya tidak menjadi "Generasi muda yang Kagetan".
 
IPNU-IPPNU juga merupakan tempat berbagi segala informasi, ilmu, pendapat, musyawarah, pengalaman, pengamalan dan juga segala hal yang berbau pelajar dan positif tentunya. Di Organisasi ini, tidak ada istilah kata membedakan antara ketua dan anggota-anggotanya. Dengan panggilan yang sama, serupa dan setara. Yakni "Rekan dan Rekanita" yang menandakan kesetaraan. Di IPNU IPPNU juga diajarkan kepedulian sosial "Memanusiakan Manusia" supaya tercapai cita-cita daripada IPNU-IPPNU itu sendiri.
 
Sebagai Organisasi Pelajar "Ramah" yang "Anti Narkotika, Radikalisme, Intoleransi dan Terorisme" IPNU-IPPNU diharapkan mampu membimbing, mengkader dan mampu menyadarkan para remaja, santri dan para pelajar yang telah terpengaruh pemahaman Radikalisme, Intoleransi dan pemahaman Ekstrem lainnya mampu kembali kepada jati dirinya sebagai Remaja dan Pelajar yang peduli dan Cinta terhadap NKRI. 
 
IPNU-IPPNU sebagai Organisasi keterpelajaran diharapkan kedepannya mampu mencetak kader-kader Nahdliyyin cerdas yang Cinta terhadap Tanah Airnya dan bertekad ingin melanjutkan estafet kepemimpinan Bangsa Indonesia.
 
IPNU-IPPNU juga merupakan wadah pelajar Anti Narkotika. Di Indonesia sendiri sudah banyak korban "Racun Narkotika" yang berjatuhan. Mereka sudah terpengaruh budaya dan pergaulan yang salah. Dan naasnya, beberapa korban Narkotika berada pada usia remaja yang masih labil akan segala sesuatu. Mereka yang menjadi korban Narkotika mayoritas karna bermasalah dengan kehidupannya. Entah dengan teman, saudara, kerabat atau bahkan keluarganya sendiri. Bukannya mencari jalan keluar dari suatu permasalahan, malah mencari jalan pintas menuju keterpurukan. 
 
Sebab itulah IPNU-IPPNU menjadi salah-satu Organisasi keterpelajaran yang melarang budaya bergaul dengan "Narkotika". Sebab, Narkotika juga merupakan salah satu faktor penyebab keterpurukan pelajar dan juga masa depan generasi Bangsa nantinya. IPNU-IPPNU dididik keras dan diharapkan menjadi pengkader pelajar Nusantara Anti Narkotika.
 
IPNU-IPPNU juga diharapkan mampu mencetak generasi yang sigap dan mampu menyuarakan pendapatnya di muka umum. Supaya dapat merealisasikan cita-cita dan tujuan daripada pendiri Organisasi IPNU-IPPNU itu sendiri. Karna tanpa suara pelajar, Indonesia akan hampa. Tanpa suara pelajar, Masadepan Indonesia tak akan tercapai. Pelajar butuh Indonesia dan Indonesia membutuhkan pelajar.
 
Pelajar, mari bersuara. Suara kita adalah harapan emas bagi Bangsa Indonesia. Suara kita adalah cermin bagi Bangsa Indonesia untuk kedepannya. Suara kita merupakan suara kejujuran, suara kebangkitan, suara kemanusiaan. Bukan suara kebencian yang mengundang perselisihan. Pelajar mari bersama-sama bersatu, melangkah, satukan hati, fikiran dan jiwa kita, eratkan genggaman tangan kita, Bersatu untuk Indonesia. Jadilah "Pelajar Nusantara Anti Narkotika, Radikalisme dan Terorisme". Kita adalah cermin Generasi sesudah kita. "Suarakan Suaramu untuk menyeru suara-suara generasi penerusmu. Karna Suaramu suara emas untuk masadepan Bangsa Indonesia".
 
 
Salam kebangkitan Pelajar Nusantara.
 
Borobudur 04 Juli 2017. (HADI/RAHMAN) 
Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Jaganews, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2017 Jaganews All right reserved