jaganews.com|kumpulan informasi kegiatan, gaya hidup, hobi dan profil dari praktisi hukum di Indonesia |

MISTERI PETI MATI BERSEJARAH, MASIH DI CARI ASAL USUL NYA

  • 430 views
  • 0 comments
  • jaganews.com MISTERI PETI MATI BERSEJARAH, MASIH DI CARI ASAL USUL NYA
  • thumb jaganews.com MISTERI PETI MATI BERSEJARAH, MASIH DI CARI ASAL USUL NYA

 Misteri peti mati masih terus dicari asal usul nya

jaganews.com_Kapuas hulu/putussibau.. warga putussibau kedamin diheboh kan dengan penemuan sebuah peti mati yang biasa digunakan suku dayak dengan sebutan lunggun.
 
Menurut imformasi yang kami dapat dari warga bahwa peti mati itu ditemukan di area rumah warga kedamin hilir jalan tanjung pura tepat nya di samping rumah ketua dewan perwakilan rakyat kabupaten kapuas hulu rajuliansyah.
 
Kronologis kejadian bahwa dilokasi dibelakang rumah warga tersebut sedang melakukan penggalian kolam pada hari rabu 12/7/2017  jam 17.00 ,dan saat penggalian seorang pengali menemukan yang diduga berbentuk tulang karena tidak ada pemikiran yang aneh oleh seorang penggali barang yang diduga mirip tulang itu dibuang.
 
Kemudian penggalian kolam terus dilakukan dan sangat mengejutkan ditemukan peti mati yang biasa digunakan suku dayak dan lebih kental disebut lunggun didalam tanah galian tersebut,dan peti itu masih utuh hanya tempat penutup nya saja yang sudah tidak ada dan tertulis  nama dipeti atas nama (KUMBANG).
 
Sampai berita ini diturun kan fihak jaganews.com belum memdapatkan imformasi lebih lanjut dari fihak polres kapuas hulu tentang kepemilikan atau ahli waris peti tersebut dan kornolgis nya bisa berada diarea rumah warga.
 
Keberadaan peti itu masih menjadi misteri di ketahui 99% warga yang berada di sekitar area tersebut beragama islam(muslim),sementara peti itu biasa digunakan oleh suku dayak dan beragama non muslim,cuma menurut cerita konon dulu nya kampung itu di huni oleh suku dayak taman.
 
Menurut salah satu warga (tetuta) bahwa sebelum indonesia merdeka area penuan peti mati itu masih hutan belantara dan sangat jauh dari warga.
 
Dulu di situ perkampungan dayak taman dan kini pun masih dikenal dengan kampung taman ungkap jamaludin.
(rahman/rajali)
Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Jaganews, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2017 Jaganews All right reserved