jaganews.com|kumpulan informasi kegiatan, gaya hidup, hobi dan profil dari praktisi hukum di Indonesia |

Perdagangan Bayi di Simalungun Harus di Tangani Secara luar Biasa

  • 95 views
  • 0 comments
berita Perdagangan Bayi di Simalungun Harus di Tangani Secara luar Biasa

jaganews.com Terbongkarnya perdagangan 8 bayi di Simalungun Sumatra Utara sebagai tanparan bagi masyarakat Simalungun ini merupakan tindakan biadab serta tragedi terhadap kemanusiaan dan 
Perdagangan bayi yang diduga dilakukan14 orang sindikat perdagangan orang (human trafficking) untuk tujuan adopsi  illegal keluar wilayah hukum Siantar dan Simalungun merupakan perbuatan biadab yang tidak bisa diterima oleh akal sehat manusia maka harus ditangani secara luar biasa (9/8)

Terkuaknya tragedi kejahatan tentang kemanusiaan bermula dari informasi masyarakat sekitar pada hari Senin (31/08/17) kemudian disampaikan ke Polsek Tanah Jawa Simalungun bahwa telah ditemukan seorang pelayan cafee bernisial LP (26) yang semula hamil besar tiba-tiba perutnya mengempes dan diduga telah menjual bayinya lewat fasilitasi dukun beranak berinisial MM (32) seharga Rp. 15 Juta dengan alasan ekonomi.

Hasil Quick Investigator Komnas Anak dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Siantar Simalungun dalam hasil pengembangan penyidikan yang dilakukan Polres Simalungun ditemukan fakta hukum bahwa telah terjadi perdagangan bayi yang dilakukan terduga pelaku 14 orang dengan korban 8 orang bayi berusia 0-8 bulan kemudian dari Hasil temuan tersebut dikalangan masyarakat sekitar memang dibenarkan maka  kami melakukan upaya melaporkan kepihak berwajib agar segera menindak tegas bahwa telah terjadi transaksi perdagangan manusia untuk tujuan adopsi ke Jakarta, Batam, Asahan, Pekanbaru dengan harga jual  bayi bervariasi antara 15-20 Juta rupiah dalam penusuran tersebut teryata Transaksi perdagangan bayi ini dilakukan sangat rapi dengan menggunakan Sel Sistim yakni  berpindah  dari satu bidan ke bidan lain satu tangan ketangan lain sampai kepada orang yang memesan bahkan menawarkan  kepada keluarga yang membutuhkan maka Artinya aksi perdagangan bayi ini terorganisir secara sistematik yang melibatkan tenaga medis. 

Kasus perdagangan bayi yang terjadi di Tanah Jawa Simalungun ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan maka pihak berwajib agar segera melakukan tindakan ungkap kasus dan menangkap pelaku tersebut dalam hasil surve investigasi Cepat  Komnas Anak mekaporkan bahwa praktek perdagangan bayi telah terjadi setahun belakangan ini dan patut diduga telah terjadi transaksi tragedi kemanusiaan ini lebih dari 8 orang bayi"imbuhnya.



Komisi Nasional Perlindungan Anak dengan sebutan lain Komnas Anak sebagai lembaga independen dibidang perlindungan Anak di Indonesia mengapreasi langkah cepat Polsek Tanah Jawa dan Polres Simalungun yang telah merespon laporan masyarakat secara cepat agar segera menangkap pelaku memproses secara hukum dan Demi keadilan  bagi korban para  pelaku kejahatan  kemanusiaan dan  moralitas  ini dengan ketentuan  pasal 68 junto pasal 83  UU No. 35 Tahun 2014 tentang petubahan UURI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak jo. Psal 51 ayat ke 1 KUHPidana dan UU N. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Polres Simalungun menjerat dengan ancaman 15 tahun pidana penjara dapat ditambahkan dengan pidana tambahan sepertiga dari pidana pokok jika dilakukan oleh orangtua kandung korban kemudian Komnas Anak juga mengapreasi Kapolda Sumatera Utara yang telah memberikan perhatian khusus terhadap tragedi kemannusiaan ini Demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak di Jakarta.

Klinik dan praktek bidan yang menyediakan tempat terlibat transaksi perdagangan bayi patut dicabut ijinnya kemudian di proses secara hukum dalam mengawal proses hukum tragedi kemanusiaan ini, Komnas Anak menugaskan LPA Siantar dan Simalungun dan Quick Investigator Komnas Anak Tim Medan untuk mengawal proses hukum yang dilakukan Polres Simalungun dan mendesak Dinas Sosial Kabupaten Simalungun untuk melakukan intervensi evakuasi terhadap korban maka kami melibatkan partisipasi masyarakat untuk membangun gerakan perlindungan Anak di seluruh nusantara agar tidak terjadi seperti kampung di Simalungun dalam hal ini Bupati Simalungun beserta jajajaran pemerintah hadir dalam penanganan tragedi kemanusiaan"tandas Komnas perlindungan anak Arist merdeka sirait. (Agus)

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Jaganews, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2017 Jaganews All right reserved